Calon Ibu Wajib Tahu, Ini Tanda tanda akan Melahirkan - Ketika bunda memeriksakan kehamilan pada dokter kandungan
atau bidan, maka akan diberitahukan kapan kira-kira si buah hati akan
dilahirkan. Istilah kedokterannya, “due date” atau hpl (hari perkiraan lahir).
Sebagai contoh perhitungan HPL atau tanggal bersalin adalah dengan menghitung
usia kehamilan terhitung dari saat berhentinya menstruasi yang terakhir dan ditambah
37 minggu lagi. Pada umumnya, kelahiran yang terjadi berkisar antara dua minggu
setelah atau sebelum tanggal perkiraan atau hpl.
Beberapa Tanda
Semakin dekat dengan perkiraan kelahiran bayi tanda tanda
akan melahirkan semakin terasa, bahkan sekitar 2 minggu sebelum HPL atau minggu
ke-34 sebagian calon ibu sudah mengalami sinyal atau tanda-tanda akan
melahirkan seperti kontraksi, nyeri di punggung, sering buang air kecil, keluar
darah bercampur lendir, dan pecahnya selaput ketuban.
Persiapkan Mental dan
Fisik
Rasa takut dan khawatir menjelang persalinan adalah hal yang
wajar menyerang calon Bunda. Karena itu persiapan mental dan fisik yang kuat mutlak
diperlukan menjelang dan saat persalinan. Sebelum tiba waktunya melahirkan,
sebaiknya calon Bunda harus mengetahui persalinan seperti apa yang diinginkan.
Misalnya, melahirkan secara normal, operasi Caesar,
water birth, hypnobirthing atau
metode persalinan tanpa rasa nyeri lainnya. Diantara berbagai persalinan itu,
proses melahirkan secara normal adalah yang alamiah dan lebih baik.
Proses persalinan normal adalah melalui vagina dan mengalami
kontraksi. Proses persalinan normal juga ada yang perlu dibantu misalnya dengan
induksi atau rangsangan/stimulasi agar tanda persalinan muncul.
Proses induksi dapat
dilakukan dengan dua cara, yaitu secara kimia dan mekanika.
• Cara kimia dengan memberikan obat-obatan khusus, yang
diberikan dengan cara diminum, dimasukkan ke dalam vagina, diinfus, atau
disemprotkan ke hidung.
• Cara mekanika, dilakukan dengan metode stripping,
vibrator, kateter, atau memecahkan ketuban.
Dari berbagai cara induksi di atas, cara yang paling aman
dan tepat adalah dengan infus, karena dapat mengatur kontraksi secara bertahap,
agar tidak berlebihan dan berbahaya bagi calon Bunda yang sensitif akan rasa
sakit.
Tips agar calon Bunda
dapat melahirkan secara normal:
Persiapan untuk dapat melahirkan secara normal tentu saja
harus dilakukan jauh jauh hari bahkan sejak awal masa kehamilan. Berikut Beberapa
tips agar bunda dapat melahirkan secara normal antara lain:
• Menjaga kesehatan, dengan makanan bergizi seimbang
• Melakukan aktivitas ringan seperti meditasi, latihan
pernapasan, yoga atau melatih pikiran untuk berpikir positif. Atau bunda juga bisa
mengikuti kelas senam ibu hamil yang sekarang mudah dijumpai di kota-kota besar.
• Melakukan pijat Perineum atau Perineal massage, yaitu
melenturkan area antara vagina dan anus. Lakukan dua kali sehari sebelum mandi,
menggunakan minyak pijat. Caranya, lakukan pijatan perlahan menggunakan ibu
jari dan telunjuk ke arah luar dari dalam (dari arah vagina ke arah anus)
dengan gerakan melingkar.
Sinyal melahirkan
normal :
1. Pendarahan; keluarnya selaput darah dari vagina.
2. Nyeri di punggung. Rasa nyeri di punggung di bagian bawah
sering dirasakan saat kehamilan memasuki minggu ke-40. Hal ini dikarenakan letak
bayi yang mulai turun dan kepalanya masuk ke lingkaran tulang.
3. Kontraksi. Pada awal proses persalinan, kontraksi lebih
sering terjadi dalam waktu singkat. Namun mendekati kelahiran, kontraksi akan
berlangsung lama dan kuat.
4. Pecahnya selaput pembalut. Sering terjadi pada kehamilan
bayi pertama. Kadang-kadang saat melahirkan ditandai dengan mengalirnya cairan
bening dari vagina. Aroma air ketuban berbau amis, tidak seperti amoniak.
Cairan ini tidak akan berhenti atau kering karena terus diproduksi sampai
kelahiran.
5. Rasanya nyeri saat melahirkan. Kontraksi pada saat
melahirkan akan menimbulkan perasaan nyeri pada pinggul bawah, atau dimulai
dengan perasaan nyeri yang kadang-kadang timbul pada bagian bawah perut.
Perasaan ini timbul dalam jarak waktu tertentu, lamanya duapuluh sampai empat
puluh detik, tapi tidak pernah lebih lama dari semenit.
Untuk mengurangi rasa nyeri selama saat melahirkan, ada
metode pengurang rasa nyeri yang bisa dilakukan calon Bunda, yaitu:
• ILA (Intrathecal Labor Analgesia): teknik mengurangi rasa
nyeri dengan cara menyuntikkan obat pembunuh rasa sakit di rongga spinal
(rongga tulang belakang)
• Epidural: hampir sama dengan ILA, bedanya jarum yang
disuntikkan tidaklah ke rongga spinal, melainkan ke rongga epidural (rongga di
bagian tulang belakang), yaitu rongga antara dural dan tulang belakang.
• Pethidine: anestasi (pembiusan) melalui suntikan ke otot,
biasanya pada lengan atas atau paha.
• Entonox: pengurang rasa sakit selama persalinan yang
memanfaatkan campuran gas oksigen 50 % dan nitrogen oksigen 50%. Bereaksi
terhadap sel otak untuk rasa sakit.
Kelebihan proses persalinan normal adalah proses penyembuhan
lebih cepat, biaya persalinan lebih murah, dan tentu saja proses inisiasi
menyusui dini (IMD) dilakukan dengan leluasa.
